ADAB BERPUASA

Ibadah puasa mempunyai adab/ etika sangat banyak. Puasa tak dapat sempurna kecuali dengan melaksanakan adab-adab tsb. Adab-ada yang dimaksud ada 2 macam, yaitu adab yang wajib dilakukan oleh orang-orang yang berpuasa serta wajib dijaga dan dipelihara, sedangkan yang kedua adalah adab-adab yang mustahaq yang seyogyanya dijaga dan dipelihara.

Adab Wajib
Adapun adab-adab yang wajib dilaksanakanketika berpuasa adalah :
1. melaksanakan semua ibadah yang difardhukan Allah baik ibadah ibadah qouliyah maupun ibadah fi’liyah. Yang terpenting dari ibadah-ibadah tsb ialah shalat fardhu yang merupakan rukun islam terkokoh setelah syahadat. Oleh sebab itu wajib shalat ini dijaga serta dilaksanakan sesuai rukun dan syaratnya. Hendaklah shalat dilakukan pada waktunya dengan cara jamaah dimasjid-masjid karna yang demikian itu termasuk ketaqwaan.


2. hendaklah orang yang berpuasa menjauhi ghibah yaitu menyebut-nyebut sesuatu yang ada pada orang lain, padahal orang tersebut tidak senang bila mendengarnya baik yang berkenaan dengan cacat tubuh seperti pincang, cacat mata dsb dengan maksud merendahkan/ meremehkan.
3. meninggalkan namimah (adu domba) yaitu menyampaikan perkataan seseorang mengenai peribadi orang lain kepada yng bersangkutan sehingga terjadi pertengkaran atau rusaknya hubungan antara keduanya. Namimah termasuk dosa besar sebagaimana disabdakan rosulullah : tidak akan masuk syurga orang yang suka mengadu domba (HR. Bukhari & Muslim)
4. menjauhi perbuatan menuju dalam semua lapangan muamalah seperti dalam jual-beli, sewa menyewa, pertualangan, perindustrian dsb. Dalam semua perundingan dan permusyawaratan karna menipu adalah dosa yang sangat besar. Sabda rosulullah : barang siapa menipu kami, maka bukanlah golongan kami.(HR. Muslim)
5. orang yang berpuasa menjauhi segala macam musik, yaitu segala bentuk permainan yang dapat melalaikan orang dari mengingat Allah.

Adab Mustahaq
Sedangkan adab-adab mustahaq adalah yang selayaknya dilaksanakan orang yang berpuasa adalah :
1. makan sahar pada akhir malam. Dinamakan demikian karna hal itu terjadi pada waktu sahar (akhir malam sebelum terbit fajar) mengenai hal itu rosulullah saw bersabda : bersahurlah kamu karna didalam sahur itu ada berkah. (HR. Bukhari & Muslim).
Bahkan rosulullah menyebutkan bahwa makan sahur ini pula yang menjadi perbedaan nyata antara seorang muslim dan puasanya ahli kitab, seperti yang diriwayatkan muslim dari amru bin ash :
Perbedaan puasa kita dengan puasa ahli kitab ialah makan sahur.
2. menyegerakan berbuka apabila telah masuk waktu maghrib baik dengan pengakuannya sendiri atau dengan indikasi telah masuknya waktu maghrib. Diriwayatkan dari sahal bin saad, rosulullah bersabda : manusia itu senantiasa memperoleh kabaikan selama mereka menyegerakan berbuka. (HR. Muttafaqun Alaih) juga diriwayatkan dari nabi saw, mengenai firman Allah dalam hadist qudsi : sesungguhnya hamba-hambaku yang paling Kucintai ialah yang lebih menyegerakan berbuka (HR. Ahmad & Tirmidzi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: