Surat AL FAATIHAH

1. 開端 (アル・ファーティハ)

章の説明:
本 章はクルアーンの冒頭の序説で,開端〔アル・ファーティハ〕章と名付けられ,マッカ時代最初期の啓示の一つである。これは全クルアーンの精髄であり,また 強い祈りの語気をおび,アッラーが示された祈り方の模範である。われわれがアッラーを讃え,アッラーと人間の関係を(隈?)想し,または礼拝を捧げるとき など, 日頃つねに唱えるので,7つの繰り返される諸節の章,礼拝の章,祈りの章などとも呼ばれる。また讃美,謝恩,本源,至宝,一切,治療などと多くの章名で呼 ばれている。

およそアッラーヘの讃美が,われわれの深奥の(魂)から発するならば,それはアッラーの御心と合致するのは自然である。すな わち讃美の誠を傾けて礼拝を捧げることによって魂は高揚される。そこには真と善との調和があって,あらゆる悪や不幸は締め出される。アッラーを明確に意識 して,御前にまかり出で(第1,2,3節),その無限の偉力,有り難さの中にひたり,いちずに服従,帰依しまつり,アッラーの導きと助けの下に(第4 節),正しい心の持ち方行為のあり方を自然のうちに会得し(第5,6,7節),正しい道を行く,イスラームの秩序ある平安な日常生活がうちたてられる。か くしてアッラーの恩恵を十分に与えられ,現世および来世において至上の幸福を成就することになる。

1. 慈悲あまねく慈愛深きアッラーの御名において。
2. 万有の主,アッラーにこそ凡ての称讃あれ,
3. 慈悲あまねく慈愛深き御方,
4. 最後の審きの日の主宰者に。
5. わたしたちはあなたにのみ崇め仕え,あなたにのみ御助けを請い願う。
6. わたしたちを正しい道に導きたまえ,
7. あなたが御恵みを下された人々の道に,あなたの怒りを受けし者,
また踏み迷える人々の道ではなく。

Surah 1. The Opening
1. In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.
2. Praise be to Allah, the Cherisher and Sustainer of the worlds;
3. Most Gracious, Most Merciful;
4. Master of the Day of Judgment.
5. Thee do we worship, and Thine aid we seek.
6. Show us the straight way,
7. The way of those on whom Thou hast bestowed Thy Grace, those whose (portion) is not wrath, and who go not astray.

AL FAATIHAH (PEMBUKAAN)
MUQADDIMAH
Surat “Al Faatihah” (Pembukaan) yang diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat adalah surat yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap diantara surat-surat yang ada dalam Al Quraan dan termasuk golongan surat Makkiyyah.
Surat ini disebut “Al Faatihah” (Pembukaan), karena dengan surat inilah dibuka dan dimulainya Al Quraan.
Dinamakan “Ummul Quraan” (induk Al Quraan) atau “Ummul Kitaab” (induk Al Kitaab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al Quraan, dan karena itu diwajibkan membacanya pada tiap-tiap sembahyang.
Dinamakan pula “As Sab’ul matsaany” (tujuh yang berulang-ulang) karena ayatnya tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam sembahyang.
Surat ini mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan
seluruh isi Al Quraan, yaitu :
1. Keimanan :
Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, dimana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas suatu ni’mat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala ni’mat yang terdapat dalam alam ini.
Diantara ni’mat itu ialah : ni’mat menciptakan, ni’mat mendidik dan menumbuhkan, sebab kata “Rab” dalam kalimat “Rabbul-‘aalamiin” tidak hanya berarti “Tuhan” atau “Penguasa”, tetapi juga mengandung arti tarbiyah yaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa segala ni’mat yang dilihat oleh seseorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Tuhan-lah Yang Maha Berkuasa di alam ini.
Pendidikan, penjagaan dan Penumbuahn oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bagi masyarakat. Oleh karena keimanan (ketauhidan) itu merupakan masalah yang pokok, maka didalam surat Al Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5, yaitu : “Iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’iin” ( hanya Engkau-lah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan).
Janji memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. Yang dimaksud dengan “Yang Menguasai Hari Pembalasan” ialah pada hari itu Allah-lah yang berkuasa, segala sesuatutunduk kepada kebesaran-Nya sambil mengharap ni’mat dan takut kepada siksaan-Nya. Hal ini mengandung arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. “Ibadat” yang terdapat pada ayat 5 semata-mata ditujukan kepada Allah, selanjutnya lihat not 6 .
2. Hukum-hukum :
Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud “Hidayah” disini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai kepercayaan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.
3. Kisah-kisah :
Kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. Sebahagian besar dari ayat-ayat Al Quraan memuat kisah-kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang. Yang dimaksud dengan orang yang diberi ni’mat dalam ayat ini, ialah para Nabi, para shiddieqiin (orang-orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhadaa’ (orang-orang yang mati syahid), shaalihiin (orang-orang yang saleh). “Orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat,”ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.
Perincian dari yang telah disebutkan diatas terdapat dalam ayat-ayat Al Quraan pada surat-surat yang lain.

AL FAATIHAH (PEMBUKAAN)

SURAT KE 1 : 7 ayat.
(1:1)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. [1]
(1:2)
Segala puji [2] bagi Allah, Tuhan semesta alam. [3]
(1:3)
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
(1:4)
Yang menguasai [4] di Hari Pembalasan [5]
(1:5)
Hanya Engkaulah yang kami sembah, [6] dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. [7]
(1:6)
Tunjukilah [8] kami jalan yang lurus,
(1:7)
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. [9]

PENUTUP
Surat “Al Fatihaah” ini melengkapi unsur-unsur pokok syari’at Islam, kemudian dijelaskan perinciannya oleh ayat-ayat Al Quraan yang 113 surat berikutnya. Persesuaian surat ini dengan surat “Al Baqarah” dan surat-surat sesudahnya ialah surat Al Faatihah merupakan titik-titik pembahasan yang akan diperinci dalam surat Al Baqarah dan surat-surat yang sesudahnya. Dibahagian akhir surat “Al Faatihah” disebutkan permohonan hamba supaya diberi petunjuk oleh Tuhan ke-jalan yang lurus, sedang surat “Al Baqarah” dimulai dengan penunjukan “al Kitaab” (Al Quraan) yang cukup sempurna sebagai pedoman menuju jalan yang dimaksudkan itu.

Tafsir Singkat
Surat: Al Fatihah
Total Ayat: 7 1-7

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
1. 1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. [1] [1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
1. 2. Segala puji [2] bagi Allah, Tuhan semesta alam. [3] [2] Alhamdu (segala puji). Memuji orang adalah karena perbuatan- nya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya karena perbuatanNya yang baik. Lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap ni’mat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji. [3] Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara. Lafadz “rabb” tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). ‘Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia,alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. ALlah pencipta semua alam-alam itu.

الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ
1. 3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
1. 4. Yang menguasai [4] di Hari Pembalasan [5] [4] Maalik (Yang Menguasai) dengan memanjangkan “mim”,ia berarti: pemilik. Dapat pula dibaca dengan “Malik” (dengan memendekkan mim), artinya: Raja. [5] Yaumiddin (Hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumul- hisaab, yaumuljazaa’ dan sebagainya.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
1. 5. Hanya Engkaulah yang kami sembah [6], dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. [7] [6] Na’budu diambil dari kata ‘ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran ALlah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya. [7] Nasta’iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti’aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ
1. 6. Tunjukilah [8] kami jalan yang lurus, [8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata “hidayaat”: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ
1. 7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. [9] [9] Yang dimaksud dengan “mereka yang dimurkai” dan “mereka yang sesat” ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Bambang Widjanarko
Waung , Krembung , Sidoarjo , Jawa Timur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: